Kisah Nabi Nuh As Bagian 1
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kisah Nabi Nuh As Bagian 1 - Nabi Nuh As bisa disebut juga sebagai bapaknya seluruh umat manusia, selain Nabi Adam As. Karena semua manusia setelah kejadian banjir di zaman Nabi Nuh As adalah anak keturunan beliau. Banjir Nabi Nuh As terjadi di seluruh dunia sehingga tidak ada manusia yang selamat kecuali yang berada di atas kapal bersama Nabi Nuh As. Manusia yang berada bersama Nabi Nuh di atas kapal ditakdirkan Allah untuk tidak mempunyai keturunan lagi setelah kejadian tersebut.

Silsilah Nabi Nuh As

Nuh As Bin Lamak Bin Matusyalih Bin Idris As Bin Yarid Bin Mihlail Bin Qinan Bin Anusy Bin Syits Bin Adam As.

Kelahiran Nabi Nuh As

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengatakan : "Periode antara Adam dan Nuh adalah sepuluh abad." ( Sahih Bukhari ).

Nabi Nuh As lahir 1056 tahun setelah penciptaan Nabi Adam As.

Dakwah Nabi Nuh As

Selama beberapa generasi umat Nabi Nuh As telah menyembah patung yang mereka sebut Tuhan. Mereka percaya bahwa para Tuhan ini akan membawakan mereka kebaikan, melindungi mereka dari kejahatan dan menyediakan semua kebutuhan mereka. Mereka memberi nama-nama berhala mereka seperti Waddan, Suwa'an, Yaghutha, Ya'auga, dan Nasran. Berhala-berhala ini mewakili masing-masing kekuatan.

Allah SWT Berfirman :
وَ قَالُوۡا لَا تَذَرُنَّ اٰلِہَتَکُمۡ وَ لَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَّ لَا سُوَاعًا ۬ۙ وَّ لَا یَغُوۡثَ وَ یَعُوۡقَ وَ نَسۡرًا
Dan mereka berkata :
"Jangan sekali-kali kamu meninggalkan ( penyembahan ) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan ( penyembahan ) wadd, dan jangan pula suwwa'. yaghuts, ya'uq dan nasr". ( QS. Nuh 71:23 )

Awalnya ini adalah nama-nama orang baik yang pernah tinggal di antara mereka. Setelah kematian mereka, patung-patung mereka didirikan untuk menjaga ingatan mereka tetap hidup. Namun, setelah beberapa waktu, orang-orang mulai menyembah patung-patung tersebut. Generasi-generasi kemudian bahkan tidak tahu mengapa mereka didirikan, mereka hanya tahu orang tua mereka telah berdoa kepada mereka. Itulah bagaimana penyembahan berhala berkembang. Karena mereka tidak memiliki pemahaman tentang Allah SWT yang akan menghukum mereka karena perbuatan jahat mereka, mereka menjadi kejam dan tidak bermoral.

Menyembah apa pun selain Allah SWT adalah perbuatan musyrik yang mengakibatkan tidak hanya hilangnya kebebasan, efek seriusnya mencapai pikiran manusia dan menghancurkannya juga. Allah SWT menciptakan manusia dan pikirannya dengan tujuan untuk mencapai pengetahuan yang terpenting adalah bahwa Allah sendirilah Sang Pencipta. Karena itu, ketidakpercayaan kepada Allah atau ateisme, berakibat pada hilangnya kebebasan, kehancuran pikiran, dan tidak adanya target mulia dalam kehidupan. Dengan menyembah apa pun selain Allah, manusia menjadi budak Setan, yang dirinya adalah makhluk dan dimanfaatkan oleh sifat-sifat dasarnya sendiri.

Maka dari itu, Allah SWT mengirim Nabi Nuh As dengan pesan-Nya kepada umat-Nya. Nabi Nuh As adalah satu-satunya pribadi yang tidak terperangkap dalam pusaran kehancuran manusia yang disebabkan oleh ateisme.

Allah SWT adalah Rahmat-Nya mengirim utusan-Nya Nabi Nuh As untuk membimbing umat-Nya. Nabi Nuh AS adalah pembicara yang sangat baik dan sangat sabar. Dia menunjukkan kepada rakyatnya tentang misteri kehidupan dan keajaiban alam semesta. Dia menunjukkan bagaimana malam itu secara teratur diikuti oleh siang dan bahwa keseimbangan antara pertentangan ini dirancang oleh Allah SWT untuk kebaikan kita.

Malam memberi kesejukan dan istirahat sementara siang memberi kehangatan dan aktivitas. Matahari membantu pertumbuhan, menjaga semua tanaman dan hewan hidup, sementara bulan dan bintang membantu dalam perhitungan waktu, arah dan musim. Dia menunjukkan bahwa kepemilikan langit dan bumi hanya milik Pencipta Ilahi.

Karena itu, ia menjelaskan kepada orang-orang ini, tidak mungkin ada lebih dari satu Tuhan. Dia menjelaskan kepada mereka bagaimana iblis telah menipu mereka begitu lama dan bahwa tibalah saatnya tipuan ini berhenti. Nabi Nuh As berbicara kepada mereka tentang pemuliaan Allah atas manusia, bagaimana DIA telah menciptakannya dan memberinya rezeki dan berkah dari pikiran. Dia mengatakan kepada mereka bahwa menyembah berhala adalah perbuatan yang menyesakkan bagi pikiran. Dia memperingatkan mereka untuk tidak menyembah siapa pun selain Allah dan menggambarkan hukuman yang mengerikan yang akan dijatuhkan Allah jika mereka terus melakukan kejahatan.

Orang-orang mendengarkannya dalam diam. Kata-katanya mengejutkan bagi pikiran mereka yang berhenti karena merupakan kejutan bagi seseorang yang tertidur di bawah tembok yang akan jatuh dan yang terbangun dengan penuh semangat. Orang ini mungkin khawatir dan bahkan menjadi marah walaupun tujuannya adalah untuk menyelamatkannya.

Umat Nabi Nuh As dibagi menjadi dua kelompok setelah peringatannya. Kata-katanya menyentuh hati orang yang lemah, orang miskin, dan orang yang sengsara dan menenangkan luka mereka dengan belas kasihan. Adapun yang kaya, yang kuat, yang perkasa dan para penguasa mereka memandangi peringatan itu dengan rasa tidak percaya yang dingin. Mereka yakin akan lebih baik jika keadaan tetap seperti sekarang. Karena itu mereka memulai perang kata-kata mereka melawan Nabi Nuh As.

Pertama, mereka menuduh Nabi Nuh As hanya manusia biasa seperti diri mereka sendiri.

Allah SWT Berfirman :
فَقَالَ الۡمَلَاُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا مِنۡ قَوۡمِہٖ مَا نَرٰىکَ اِلَّا بَشَرًا مِّثۡلَنَا وَ مَا نَرٰىکَ اتَّبَعَکَ اِلَّا الَّذِیۡنَ ہُمۡ اَرَاذِلُنَا بَادِیَ الرَّاۡیِ ۚ وَ مَا نَرٰی لَکُمۡ عَلَیۡنَا مِنۡ فَضۡلٍۭ بَلۡ نَظُنُّکُمۡ کٰذِبِیۡنَ
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya :
"Kami tidak melihat kamu, melainkan ( sebagai ) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta". ( QS. Hud 11:27 )

Namun, dia tidak pernah mengatakan hal lain selain itu. Dia menyatakan bahwa, memang, dia hanya manusia, Allah SWT telah mengirim utusan manusia karena bumi ditinggali oleh manusia. Jika itu dihuni oleh malaikat, Maka Allah akan mengirim utusan malaikat.

Perdebatan Kaum Musyrik dan Nabi Nuh As

Perdebatan antara kaum musyrik dan Nabi Nuh As berlanjut. para penguasa awalnya berpikir bahwa panggilan Nabi Nuh As akan segera hilang dengan sendirinya. Ketika mereka menemukan bahwa panggilannya menarik orang miskin, yang tidak berdaya dan pekerja biasa, mereka mulai menyerang dan mengejeknya secara terbuka : "Kamu hanya diikuti oleh orang miskin, orang yang lemah lembut dan orang yang tidak berharga."

Allah SWT Berfirman dalam QS. Hud 11 : 25-27 :

وَ لَقَدۡ اَرۡسَلۡنَا نُوۡحًا اِلٰی قَوۡمِہٖۤ ۫ اِنِّیۡ لَکُمۡ نَذِیۡرٌ مُّبِیۡنٌ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, ( dia berkata ):
"Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, ( QS. Hud 11:25 )

اَنۡ لَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّا اللّٰہَ ؕ اِنِّیۡۤ اَخَافُ عَلَیۡکُمۡ عَذَابَ یَوۡمٍ اَلِیۡمٍ
Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab ( pada ) hari yang sangat menyedihkan". ( QS. Hud 11:26 )

فَقَالَ الۡمَلَاُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا مِنۡ قَوۡمِہٖ مَا نَرٰىکَ اِلَّا بَشَرًا مِّثۡلَنَا وَ مَا نَرٰىکَ اتَّبَعَکَ اِلَّا الَّذِیۡنَ ہُمۡ اَرَاذِلُنَا بَادِیَ الرَّاۡیِ ۚ وَ مَا نَرٰی لَکُمۡ عَلَیۡنَا مِنۡ فَضۡلٍۭ بَلۡ نَظُنُّکُمۡ کٰذِبِیۡنَ
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya :
"Kami tidak melihat kamu, melainkan ( sebagai ) seorang manusia ( biasa ) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta". ( QS. Hud 11:27 )

Dengan demikian pertikaian antara Nabi Nuh As dan para pemimpin kafir meningkat. Orang-orang kafir berusaha menawar : "Dengarkan Nuh, jika kamu ingin kami percaya padamu, maka singkirkan orang-orang percayamu. Mereka lemah lembut dan miskin, sementara mereka elit dan kaya tidak ada iman". Nuh mendengarkan para penyembah berhala dari kaum kafir dan menyadari bahwa mereka keras kepala. Namun, dia lembut dalam menanggapi. Dia menjelaskan kepada orang-orangnya bahwa dia tidak dapat membubarkan orang-orang beriman karena mereka milik Allah SWT.

Nabi Nuh As memohon kepada mereka dan ini diabadikan dalam Al Qur'an Surat Hud 11 : 29-31 :

وَ یٰقَوۡمِ لَاۤ اَسۡئَلُکُمۡ عَلَیۡہِ مَالًا ؕ اِنۡ اَجۡرِیَ اِلَّا عَلَی اللّٰہِ وَ مَاۤ اَنَا بِطَارِدِ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا ؕ اِنَّہُمۡ مُّلٰقُوۡا رَبِّہِمۡ وَ لٰکِنِّیۡۤ اَرٰىکُمۡ قَوۡمًا تَجۡہَلُوۡنَ
Dan (dia berkata):
"Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui". ( QS. Hud  11:29 )

وَ یٰقَوۡمِ مَنۡ یَّنۡصُرُنِیۡ مِنَ اللّٰہِ اِنۡ طَرَدۡتُّہُمۡ ؕ اَفَلَا تَذَکَّرُوۡنَ
Dan (dia berkata) :
"Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran? ( QS. Hud 11:30 )

وَ لَاۤ اَقُوۡلُ لَکُمۡ عِنۡدِیۡ خَزَآئِنُ اللّٰہِ وَ لَاۤ اَعۡلَمُ الۡغَیۡبَ وَ لَاۤ اَقُوۡلُ اِنِّیۡ مَلَکٌ وَّ لَاۤ اَقُوۡلُ لِلَّذِیۡنَ تَزۡدَرِیۡۤ اَعۡیُنُکُمۡ لَنۡ یُّؤۡتِیَہُمُ اللّٰہُ خَیۡرًا ؕ اَللّٰہُ اَعۡلَمُ بِمَا فِیۡۤ اَنۡفُسِہِمۡ ۚۖ اِنِّیۡۤ اِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِیۡنَ
Dan aku tidak mengatakan kepada kamu ( bahwa ) :
"Aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib", dan tidak ( pula ) aku mengatakan : "Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat", dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu : "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka". Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka, sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim. ( QS. Hud 11:31 )

Nabi Nuh As membantah argumen orang-orang kafir dengan pengetahuan mulia para Nabi. Logika inteleklah yang membangkitkan kebanggaan dan minat pribadinya. Dan para penguasa sudah bosan dengan argumen Nabi Nuh As. 

Allah Ta'ala meriwayatkan sikap mereka dalam Al Qur'an Surat Hud 11 : 32 - 34 :

قَالُوۡا یٰنُوۡحُ قَدۡ جٰدَلۡتَنَا فَاَکۡثَرۡتَ جِدَالَنَا فَاۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَاۤ اِنۡ کُنۡتَ مِنَ الصّٰدِقِیۡنَ
Mereka berkata "Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar".  ( QS Hud 11 : 32 )

قَالَ اِنَّمَا یَاۡتِیۡکُمۡ بِہِ اللّٰہُ اِنۡ شَآءَ وَ مَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُعۡجِزِیۡنَ
Nuh menjawab :
"Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri". ( QS Hud 11 : 33 )

وَ لَا یَنۡفَعُکُمۡ نُصۡحِیۡۤ اِنۡ اَرَدۡتُّ اَنۡ اَنۡصَحَ لَکُمۡ اِنۡ کَانَ اللّٰہُ یُرِیۡدُ اَنۡ یُّغۡوِیَکُمۡ ؕ ہُوَ رَبُّکُمۡ ۟ وَ اِلَیۡہِ تُرۡجَعُوۡنَ
Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasehatku jika aku hendak memberi nasehat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan". ( QS Hud 11 : 34 )

Perdebatan terus berlanjut dan argumen antara orang-orang kafir dan Nabi Nuh As menjadi berkepanjangan. Ketika semua bantahan dari orang-orang kafir runtuh dan tidak ada lagi yang harus mereka katakan, mereka mulai bersikap kasar dan menghina Nabi Allah :

قَالَ الۡمَلَاُ مِنۡ قَوۡمِہٖۤ اِنَّا لَنَرٰىکَ فِیۡ ضَلٰلٍ مُّبِیۡنٍ
Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata :
"Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata". ( QS Al - A'raf  7:60 )

Nabi Nuh As menanggapi hinaan tersebut dengan cara para Nabi :

قَالَ یٰقَوۡمِ لَیۡسَ بِیۡ ضَلٰلَۃٌ وَّ لٰکِنِّیۡ رَسُوۡلٌ مِّنۡ رَّبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ
Nuh menjawab :
"Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam". ( QS Al - A'raf  7:61 )

اُبَلِّغُکُمۡ رِسٰلٰتِ رَبِّیۡ وَ اَنۡصَحُ لَکُمۡ وَ اَعۡلَمُ مِنَ اللّٰہِ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ
Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu. dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. ( QS Al - A'raf  7:62 )

Nabi Nuh As terus meminta umatnya untuk percaya kepada Allah SWT. Jam demi jam, hari demi hari tahun demi tahun. Dia memperingatkan umatnya dan memanggil mereka kepada Allah siang dan malam, secara rahasia dan terbuka. DIA memberi mereka contoh, menjelaskan tanda-tanda Allah dan mengilustrasikan kemampuan Allah dalam pembentukan makhluk-Nya. Tetapi setiap kali dia memanggil mereka untuk Allah, mereka melarikan diri darinya. Setiap kali dia mendesak mereka untuk meminta kepada Allah untuk mengampuni mereka, mereka meletakkan jari-jari mereka di telinga mereka dan tidak mau untuk mendengarkan tentang kebenaran.

Allah SWT menceritakan apa yang dihadapi Nabi Nuh As dalam Al - Qur'an :

لَقَدۡ اَرۡسَلۡنَا نُوۡحًا اِلٰی قَوۡمِہٖ فَقَالَ یٰقَوۡمِ اعۡبُدُوا اللّٰہَ مَا لَکُمۡ مِّنۡ اِلٰہٍ غَیۡرُہٗ ؕ اِنِّیۡۤ اَخَافُ عَلَیۡکُمۡ عَذَابَ یَوۡمٍ عَظِیۡمٍ
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata :
"Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya".
Sesungguhnya ( kalau kamu tidak menyembah Allah ), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar ( kiamat ). ( QS Al - A'raf  7:59 )

اِنِّیۡ لَکُمۡ رَسُوۡلٌ اَمِیۡنٌ
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, ( QS Asy Syu'araa 26:107 )

فَاتَّقُوا اللّٰہَ وَ اَطِیۡعُوۡنِ
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. ( QS Asy Syu'araa 26:108 )

وَ مَاۤ اَسۡـَٔلُکُمۡ عَلَیۡہِ مِنۡ اَجۡرٍ ۚ اِنۡ اَجۡرِیَ اِلَّا عَلٰی رَبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. ( QS Asy Syu'araa 26:109 )

فَاتَّقُوا اللّٰہَ وَ اَطِیۡعُوۡنِ
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku". ( QS Asy Syu'araa 26:110 )

Untuk kisah selanjutnya ada di artikel berikut : Kisah Nabi Nuh As Bagian 2. Terimakasih Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Penulis : Sainah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama