Kisah Nabi Hud As
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kisah Nabi Hud As - Nabi Hud As adalah seorang Nabi yang diutus untuk Kaum 'Ad yang tinggal di daerah Al Aqhaf, Rubu' al-Khali-Yaman.  Namanya disebutkan sebanyak 7 kali dalam Al Qur'an. Orang-orang 'Ad hidup bertahun-tahun di bukit berangin di daerah antara Yaman dan Oman. Mereka secara fisik dibangun dengan baik dan terkenal karena keahlian mereka terutama dalam pembangunan gedung-gedung tinggi dengan menara pencakar langit.

Kaum 'Ad bisa dibilang luar biasa di antara semua kaum dalam kekuasaan dan kekayaan, yang sayangnya membuat mereka sombong. Keahlian politik mereka dipegang oleh penguasa yang tidak adil, sehingga tidak ada yang berani bersuara. Mereka tidak mengabaikan keberadaan Allah. Yang mereka tolak adalah hanya menyembah Allah saja. Mereka menyembah Tuhan - tuhan lain termasuk juga menyembah berhala. Ini adalah satu dosa yang tidak diampuni oleh Allah SWT.
$ads={1}
Allah ingin membimbing dan mendisiplinkan orang-orang ini sehingga Dia mengirim seorang nabi dari antara mereka. Nabi ini adalah Hud As, seorang pria mulia yang menangani tugas ini dengan keteguhan hati dan toleransi yang tinggi.

Silsilah Nabi Hud As

Ibnu Jarir At Thabari meriwayatkan bahwa dia adalah Hud As Bin Adullah, Bin Rabah, Bin Al Khulud, Bin 'Ad, Bin 'Aush, Bin Iram, Bin Sam, Bin Nuh As, Bin Lamak, Bin Matuhsyalih, Bin Idris As, Bin Yarid, Bin Mihlail, Bin Qinan, Bin Anusy, Bin Syits, Bin Adam As. Nabi Hud As berasal dari suku yang bernama Ad Bin Us Bin Sam Bin Nuh As, yang dimana adalah orang Arab yang tinggal di Al Ahqaf di Yaman antara Oman dan Hadramaut di tanah yang disebut Ashar yang membentang ke laut. Nama lembah mereka adalah Mughiith

Beberapa hadis menyatakan bahwa Nabi Hud As adalah orang pertama yang berbicara dengan bahasa Arab sementara yang lain mengklaim bahwa Nabi Nuh As adalah yang pertama. Dikatakan juga bahwa Nabi Adam As adalah yang pertama.

Dakwah Nabi Hud As

Nabi Hud As mengutuk penyembahan berhala dan memperingatkan kaumnya.

وَ اِلٰی عَادٍ اَخَاہُمۡ ہُوۡدًا ؕ قَالَ یٰقَوۡمِ اعۡبُدُوا اللّٰہَ مَا لَکُمۡ مِّنۡ اِلٰہٍ غَیۡرُہٗ ؕ اِنۡ اَنۡتُمۡ اِلَّا مُفۡتَرُوۡنَ
Dan kepada kaum 'Ad ( Kami utus ) saudara mereka, Huud.
Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja. ( QS. Hud 11:50 )

DIA menciptakanmu, DIA menyediakan segala kebutuhanmu dan DIAlah yang akan menyebabkan kamu mati. DIA memberikanmu tubuh yang indah dan memberkatimu dengan banyak cara. Jadi percayalah kepada-Nya dan jangan buta terhadap kebaikan-Nya, atau nasib yang sama yang menghancurkanmu seperti kaum Nabi Nuh As.

Dengan alasan seperti itu, Nabi Hud As  berharap untuk menanamkan keyakinan pada mereka, tetapi mereka menolak untuk menerima pesannya. Kaumnya berkata kepadanya,

قَالُوۡا یٰہُوۡدُ مَا جِئۡتَنَا بِبَیِّنَۃٍ وَّ مَا نَحۡنُ بِتَارِکِیۡۤ اٰلِہَتِنَا عَنۡ قَوۡلِکَ وَ مَا نَحۡنُ لَکَ بِمُؤۡمِنِیۡنَ
Kaum 'Ad berkata : "Hai Huud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. ( QS. Hud 11:53 )

Nabi Hud As berusaha membuat mereka mengerti bahwa ia akan menerima pembayaran (hadiah) dari Allah, Dia tidak menuntut apa pun dari mereka kecuali bahwa mereka membiarkan kebenaran menyentuh pikiran dan hati mereka.

Allah SWT berfirman dalam Surat Hud Ayat 50 - 57 :

وَ اِلٰی عَادٍ اَخَاہُمۡ ہُوۡدًا ؕ قَالَ یٰقَوۡمِ اعۡبُدُوا اللّٰہَ مَا لَکُمۡ مِّنۡ اِلٰہٍ غَیۡرُہٗ ؕ اِنۡ اَنۡتُمۡ اِلَّا مُفۡتَرُوۡنَ
Dan kepada kaum 'Ad ( Kami utus ) saudara mereka, Huud.
Ia berkata : "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja.( QS. Hud 11:50 )

یٰقَوۡمِ لَاۤ اَسۡـَٔلُکُمۡ عَلَیۡہِ اَجۡرًا ؕ اِنۡ اَجۡرِیَ اِلَّا عَلَی الَّذِیۡ فَطَرَنِیۡ ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ
Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini.
Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku.
Maka tidakkah kamu memikirkan( nya )?
" ( QS. Hud 11:51 )

وَ یٰقَوۡمِ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّکُمۡ ثُمَّ تُوۡبُوۡۤا اِلَیۡہِ یُرۡسِلِ السَّمَآءَ عَلَیۡکُمۡ مِّدۡرَارًا وَّ یَزِدۡکُمۡ قُوَّۃً اِلٰی قُوَّتِکُمۡ وَ لَا تَتَوَلَّوۡا مُجۡرِمِیۡنَ
Dan (dia berkata) : "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa". ( QS. Hud 11:52 )

قَالُوۡا یٰہُوۡدُ مَا جِئۡتَنَا بِبَیِّنَۃٍ وَّ مَا نَحۡنُ بِتَارِکِیۡۤ اٰلِہَتِنَا عَنۡ قَوۡلِکَ وَ مَا نَحۡنُ لَکَ بِمُؤۡمِنِیۡنَ
Kaum 'Ad berkata : "Hai Huud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. ( QS. Hud 11:53 )

اِنۡ نَّقُوۡلُ اِلَّا اعۡتَرٰىکَ بَعۡضُ اٰلِہَتِنَا بِسُوۡٓءٍ ؕ قَالَ اِنِّیۡۤ اُشۡہِدُ اللّٰہَ وَ اشۡہَدُوۡۤا اَنِّیۡ بَرِیۡٓءٌ مِّمَّا تُشۡرِکُوۡنَ
Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu". Huud menjawab : "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, ( QS. Hud 11:54 )

مِنۡ دُوۡنِہٖ فَکِیۡدُوۡنِیۡ جَمِیۡعًا ثُمَّ لَا تُنۡظِرُوۡنِ
dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. ( QS. Hud 11:55 )

اِنِّیۡ تَوَکَّلۡتُ عَلَی اللّٰہِ رَبِّیۡ وَ رَبِّکُمۡ ؕ مَا مِنۡ دَآبَّۃٍ اِلَّا ہُوَ اٰخِذٌۢ بِنَاصِیَتِہَا ؕ اِنَّ رَبِّیۡ عَلٰی صِرَاطٍ مُّسۡتَقِیۡمٍ
Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu.
Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya.
Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus
". ( QS. Hud 11:56 )

فَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَقَدۡ اَبۡلَغۡتُکُمۡ مَّاۤ اُرۡسِلۡتُ بِہٖۤ اِلَیۡکُمۡ ؕ وَ یَسۡتَخۡلِفُ رَبِّیۡ قَوۡمًا غَیۡرَکُمۡ ۚ وَ لَا تَضُرُّوۡنَہٗ شَیۡئًا ؕ اِنَّ رَبِّیۡ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ حَفِیۡظٌ
Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa ( amanat ) yang aku diutus ( untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti ( kamu ) dengan kaum yang lain ( dari ) kamu, dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu. ( QS. Hud 11:57 )

Nabi Hud As berusaha untuk berbicara kepada mereka dan menjelaskan tentang berkah Allah SWT.
  • Bagaimana Allah SWT telah menjadikan mereka penerus Nabi Nuh As.
  • Bagaimana Allah SWt telah memberi mereka kekuatan.
  • Bagaimana Allah SWT mengirim mereka hujan untuk menyuburkan tanah.
Kaum Nabi Hud As melihat mereka dan menemukan mereka yang terkuat di dunia, sehingga mereka menjadi lebih sombong dan lebih keras kepala. Jadi mereka banyak berdebat dengan Nabi Hud As. Mereka bertanya, "Hai Hud! Apakah kamu mengatakan bahwa nanti kita mati kita akan dibangkitkan?" Dia menjawab, "Ya, kamu akan kembali pada Hari Pengadilan dan kamu masing-masing akan ditanya tentang apa yang kamu lakukan selama hidup di dunia."

Suara tawa terdengar setelah pernyataan terakhir. "Anehnya pernyataan Hud!" Orang-orang kafir bergumam di antara mereka sendiri. Mereka percaya bahwa ketika manusia mati, tubuhnya membusuk dan berubah menjadi debu, yang tersapu oleh angin.
  • Bagaimana itu bisa kembali ke keadaan semula?
  • Lalu apa pentingnya Hari Penghakiman?
  • Mengapa orang mati hidup kembali?
Semua pertanyaan ini diterima dengan sabar oleh Nabi Hud As. Dia kemudian berbicara kepada orang-orangnya tentang Hari Penghakiman. dia menjelaskan bahwa kepercayaan pada Hari Pengadilan sangat penting bagi keadilan Allah SWT, mengajarkan mereka hal yang sama yang diajarkan oleh setiap nabi tentangnya.

Perdebatan Nabi Hud As dengan Pemimpin Kaum Kafir

Nabi Hud As menjelaskan bahwa keadilan menuntut agar ada Hari Penghakiman karena kebaikan tidak selalu menang dalam hidup. Terkadang kejahatan mengalahkan yang baik. Apakah kejahatan seperti itu tidak akan dihukum? Jika kita mengira tidak ada Hari Penghakiman, maka ketidakadilan yang besar akan menang, tetapi Allah SWT telah melarang ketidakadilan yang harus ditimbulkan oleh diriNya sendiri atau umatnya. Karena itu, keberadaan Hari Penghakiman, hari perhitungan atas perbuatan kita akan diganjar atau dihukum bagi mereka, mengungkap perluasan keadilan Allah SWT. Nabi Hud As berbicara kepada mereka tentang semua hal ini. Mereka mendengarkan tetapi tidak mempercayainya.

Allah SWT menceritakan kembali sikap kaumnya Nabi Hud As dalam Surat Al Mu'minuun Ayat 33 - 38 tentang Hari Pengadilan :

وَ قَالَ الۡمَلَاُ مِنۡ قَوۡمِہِ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا وَ کَذَّبُوۡا بِلِقَآءِ الۡاٰخِرَۃِ وَ اَتۡرَفۡنٰہُمۡ فِی الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا ۙ مَا ہٰذَاۤ اِلَّا بَشَرٌ مِّثۡلُکُمۡ ۙ یَاۡکُلُ مِمَّا تَاۡکُلُوۡنَ مِنۡہُ وَ یَشۡرَبُ مِمَّا تَشۡرَبُوۡنَ
Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat ( kelak ) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia : "( Orang ) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum. ( QS. Al Mu'minuun 23:33 )

وَ لَئِنۡ اَطَعۡتُمۡ بَشَرًا مِّثۡلَکُمۡ اِنَّکُمۡ اِذًا لَّخٰسِرُوۡنَ
Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar ( menjadi ) orang-orang yang merugi. ( QS. Al Mu'minuun 23:34 )

اَیَعِدُکُمۡ اَنَّکُمۡ اِذَا مِتُّمۡ وَ کُنۡتُمۡ تُرَابًا وَّ عِظَامًا اَنَّکُمۡ مُّخۡرَجُوۡنَ
Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian, bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu)? ( QS. Al Mu'minuun 23:35 )

ہَیۡہَاتَ ہَیۡہَاتَ لِمَا تُوۡعَدُوۡنَ
Jauh, jauh sekali ( dari kebenaran ) apa yang diancamkan kepada kamu itu, ( QS. Al Mu'minuun 23:36 )

اِنۡ ہِیَ اِلَّا حَیَاتُنَا الدُّنۡیَا نَمُوۡتُ وَ نَحۡیَا وَ مَا نَحۡنُ بِمَبۡعُوۡثِیۡنَ
Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi, ( QS. Al Mu'minuun 23:37 )

اِنۡ ہُوَ اِلَّا رَجُلُۨ افۡتَرٰی عَلَی اللّٰہِ کَذِبًا وَّ مَا نَحۡنُ لَہٗ بِمُؤۡمِنِیۡنَ
Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya". ( QS. Al Mu'minuun 23:38 )

Pemimpin Kaum 'Ad bertanya: "Tidakkah aneh kalau Allah memilih salah satu dari kita untuk mengungkapkan pesan-Nya?"

Nabi Hud As menjawab : "Apa yang aneh dalam hal itu? Allah ingin membimbing kamu ke jalan yang benar, jadi Allah SWT mengutusku untuk memperingatkan kamu. Banjir Nabi Nuh As dan kisahnya tidak jauh darimu, jadi jangan lupa apa yang terjadi. Semua orang-orang kafir akan dihancurkan, tidak peduli seberapa kuat mereka. "

"Siapa yang akan menghancurkan kita, Hud?" tanya para kepala suku.

"Allah SWT." jawab Hud.

Orang-orang kafir di antara kaumnya menjawab, "Kita akan diselamatkan oleh para tuhan kita."

Nabi Hud As menjelaskan kepada mereka bahwa para tuhan yang mereka sembah akan menjadi alasan kehancuran mereka, bahwa hanya Allah SWT sajalah yang menyelamatkan manusia, dan tidak ada kekuatan lain di bumi yang dapat memberi manfaat atau membahayakan siapa pun.

Konflik antara Nabi Hud As dan kaumnya berlanjut. Tahun-tahun berlalu, dan mereka menjadi lebih sombong dan lebih keras kepala dan lebih berani dan lebih menentang pesan Nabi Hud As.

Azab Yang Diterima Kaum 'Ad

Selanjutnya, mereka mulai menuduh Nabi Hud As sebagai orang gila. Suatu hari mereka mengatakan kepadanya, "Kami sekarang mengerti rahasia kegilaanmu, kamu menghina tuhan - tuhan kami dan mereka menyakitimu, itu sebabnya kamu menjadi orang gila."

Allah SWT mengulangi firmannya dalam Al Qur'an Surat Hud Ayat 53 - 54 :

قَالُوۡا یٰہُوۡدُ مَا جِئۡتَنَا بِبَیِّنَۃٍ وَّ مَا نَحۡنُ بِتَارِکِیۡۤ اٰلِہَتِنَا عَنۡ قَوۡلِکَ وَ مَا نَحۡنُ لَکَ بِمُؤۡمِنِیۡنَ
Kaum 'Ad berkata : "Hai Huud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. ( QS. Hud 11:53 )

اِنۡ نَّقُوۡلُ اِلَّا اعۡتَرٰىکَ بَعۡضُ اٰلِہَتِنَا بِسُوۡٓءٍ ؕ قَالَ اِنِّیۡۤ اُشۡہِدُ اللّٰہَ وَ اشۡہَدُوۡۤا اَنِّیۡ بَرِیۡٓءٌ مِّمَّا تُشۡرِکُوۡنَ
Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu". Huud menjawab : "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, ( QS. Hud 11:54 )

Nabi Hud As harus mengembalikan tantangan mereka. Dia tidak punya cara lain selain berbalik kepada Allah SWT, tidak ada cara lain selain memberi mereka azab yang mengancam. ia menyatakan kepada mereka :

اِنۡ نَّقُوۡلُ اِلَّا اعۡتَرٰىکَ بَعۡضُ اٰلِہَتِنَا بِسُوۡٓءٍ ؕ قَالَ اِنِّیۡۤ اُشۡہِدُ اللّٰہَ وَ اشۡہَدُوۡۤا اَنِّیۡ بَرِیۡٓءٌ مِّمَّا تُشۡرِکُوۡنَ
Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu". Huud menjawab : "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, ( QS. Hud 11:54 )

مِنۡ دُوۡنِہٖ فَکِیۡدُوۡنِیۡ جَمِیۡعًا ثُمَّ لَا تُنۡظِرُوۡنِ
dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. ( QS. Hud 11:55 )

اِنِّیۡ تَوَکَّلۡتُ عَلَی اللّٰہِ رَبِّیۡ وَ رَبِّکُمۡ ؕ مَا مِنۡ دَآبَّۃٍ اِلَّا ہُوَ اٰخِذٌۢ بِنَاصِیَتِہَا ؕ اِنَّ رَبِّیۡ عَلٰی صِرَاطٍ مُّسۡتَقِیۡمٍ
Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus". ( QS. Hud 11:56 )

فَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَقَدۡ اَبۡلَغۡتُکُمۡ مَّاۤ اُرۡسِلۡتُ بِہٖۤ اِلَیۡکُمۡ ؕ وَ یَسۡتَخۡلِفُ رَبِّیۡ قَوۡمًا غَیۡرَکُمۡ ۚ وَ لَا تَضُرُّوۡنَہٗ شَیۡئًا ؕ اِنَّ رَبِّیۡ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ حَفِیۡظٌ
Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa ( amanat ) yang aku diutus ( untuk menyampaikan )nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti ( kamu ) dengan kaum yang lain ( dari ) kamu, dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu. ( QS. Hud 11:57 )

Jadi Nabi Hud As meninggalkan mereka dan tuhan - tuhan mereka dan menegaskan ketergantungannya pada Allah SWT yang telah menciptakannya. Nabi Hud As menyadari bahwa hukuman akan dijatuhkan kepada orang-orang kafir di antara kaumnya. Itu adalah salah satu hukum kehidupan. Allah SWT menghukum orang-orang kafir, tidak peduli seberapa kaya, kuat atau hebatnya mereka.

Nabi Hud As dan kaumnya menunggu janji Allah SWT. Kekeringan menyebar ke seluruh negeri, karena langit tidak lagi mengirim hujan. matahari menghanguskan pasir gurun, tampak seperti piringan api yang menempel di kepala.

Kaum Nabi Hud As bergegas bertanya kepadanya : "Apa itu kekeringan Hud?"

Nabi Hud As menjawab : "Allah marah kepadamu. Jika kamu percaya kepada-Nya, Dia akan menerima tobat kamu dan hujan akan turun dan kamu akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya."

Suatu hari datang ketika mereka menemukan langit penuh awan. Kaum Nabi Hud As senang ketika mereka keluar dari rumah sambil berteriak, "Awan, yang akan memberi kita hujan!"

Cuaca berubah tiba-tiba dari terbakar kering dan panas menjadi dingin dengan angin yang mengguncang segalanya.  pohon, tanaman, rumah, pria dan wanita. Angin meningkat hari demi hari dan malam demi malam.

Kaum Nabi Hud As mulai melarikan diri. Mereka berlari ke dalam rumah untuk bersembunyi tetapi angin kencang semakin kuat, menghancurkan rumah mereka. Mereka bersembunyi di bawah kain penutup tetapi angin kencang menjadi lebih kuat dan merobek selimut. Ini memangkas pakaian dan kulit. Itu menembus lubang tubuh dan menghancurkannya. Itu hampir tidak menyentuh apa pun sebelum dihancurkan atau dibunuh, intinya dihisap untuk membusuk. Badai mengamuk selama 8 hari dan 7 malam.

Allah SWT menceritakan kisah ini dalam Al Qur'an Surat Al Ahqaaf Ayat 24 - 25 :

فَلَمَّا رَاَوۡہُ عَارِضًا مُّسۡتَقۡبِلَ اَوۡدِیَتِہِمۡ ۙ قَالُوۡا ہٰذَا عَارِضٌ مُّمۡطِرُنَا ؕ بَلۡ ہُوَ مَا اسۡتَعۡجَلۡتُمۡ بِہٖ ؕ رِیۡحٌ فِیۡہَا عَذَابٌ اَلِیۡمٌ
Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka : "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami".
( Bukan! ) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera ( yaitu ) angin yang mengandung azab yang pedih
, ( QS. Al Ahqaaf 46:24 )

تُدَمِّرُ کُلَّ شَیۡءٍۭ بِاَمۡرِ رَبِّہَا فَاَصۡبَحُوۡا لَا یُرٰۤی اِلَّا مَسٰکِنُہُمۡ ؕ کَذٰلِکَ نَجۡزِی الۡقَوۡمَ الۡمُجۡرِمِیۡنَ
yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali ( bekas-bekas ) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa. ( QS. Al Ahqaaf 46:25 )

Allah Ta'ala menggambarkannya sebagai berikut :

وَ اَمَّا عَادٌ فَاُہۡلِکُوۡا بِرِیۡحٍ صَرۡصَرٍ عَاتِیَۃٍ
Adapun kaum ‘Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, ( QS. Al Haaqqah 69:6 )

سَخَّرَہَا عَلَیۡہِمۡ سَبۡعَ لَیَالٍ وَّ ثَمٰنِیَۃَ اَیَّامٍ ۙ حُسُوۡمًا ۙ فَتَرَی الۡقَوۡمَ فِیۡہَا صَرۡعٰی ۙ کَاَنَّہُمۡ اَعۡجَازُ نَخۡلٍ خَاوِیَۃٍ ۚ
yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus, maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong ( lapuk ). ( QS. Al Haaqqah 69:7 )

Angin kencang itu tidak berhenti sampai seluruh wilayah menjadi reruntuhan dan orang-orang jahatnya dihancurkan, ditelan oleh pasir gurun. Hanya Nabi Hud As dan para pengikutnya yang tidak terluka.

Wafatnya Nabi Hud As

Setelah kejadian tersebut Nabi Hud As dan para pengikutnya bermigrasi ke Hadramaut dan tinggal di sana dengan damai. Nabi Hud As tinggal disana untuk menghabiskan sisa hidupnya sampai ia wafat dan dimakamkan di sana. Hingga sekarang makamnya yang terletak di atas sebuah bukit, di suatu tempat lebih kurang 50 km dari kota Siwun selalu dikunjungi para peziarah yang datang dari sekitar daerah itu, terutama pada bulan Syaaban.

Mungkin cukup sekian untuk Kisah Nabi Hud As yang dapat saya bagikan. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah tersebut.Terimakasih Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Penulis : Sainah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama