Kisah Nabi Nuh As Bagian 2
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kisah Nabi Nuh As Bagian 2 - Melanjutkan Kisah Nabi Nuh As Bagian 1 yang sebelumnya pernah saya bagikan, dan pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan kisah tersebut. Mari disimak baik - baik.

Peringatan Nabi Nuh As Kepada Kaumnya

Peringatan ini diabadikan dalam Al Qur'an Surah Nuh Ayat 1 - 25 :

اِنَّاۤ اَرۡسَلۡنَا نُوۡحًا اِلٰی قَوۡمِہٖۤ اَنۡ اَنۡذِرۡ قَوۡمَکَ مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ یَّاۡتِیَہُمۡ عَذَابٌ اَلِیۡمٌ
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya ( dengan memerintahkan ) :
"Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih", ( QS Nuh 71:1 )

قَالَ یٰقَوۡمِ اِنِّیۡ لَکُمۡ نَذِیۡرٌ مُّبِیۡنٌ ۙ
Nuh berkata :
"Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, ( QS Nuh 71:2 )

اَنِ اعۡبُدُوا اللّٰہَ وَ اتَّقُوۡہُ وَ اَطِیۡعُوۡنِ ۙ
( yaitu ) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, ( QS Nuh 71:3 )

یَغۡفِرۡ لَکُمۡ مِّنۡ ذُنُوۡبِکُمۡ وَ یُؤَخِّرۡکُمۡ اِلٰۤی اَجَلٍ مُّسَمًّی ؕ اِنَّ اَجَلَ اللّٰہِ اِذَا جَآءَ لَا یُؤَخَّرُ ۘ لَوۡ کُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ
Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui". ( QS Nuh 71:4 )

قَالَ رَبِّ اِنِّیۡ دَعَوۡتُ قَوۡمِیۡ لَیۡلًا وَّ نَہَارًا ۙ
Nuh berkata :
"Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, ( QS Nuh 71:5 )

فَلَمۡ یَزِدۡہُمۡ دُعَآءِیۡۤ اِلَّا فِرَارًا
Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari ( dari kebenaran ). ( QS Nuh 71:6 )

وَ اِنِّیۡ کُلَّمَا دَعَوۡتُہُمۡ لِتَغۡفِرَ لَہُمۡ جَعَلُوۡۤا اَصَابِعَہُمۡ فِیۡۤ اٰذَانِہِمۡ وَ اسۡتَغۡشَوۡا ثِیَابَہُمۡ وَ اَصَرُّوۡا وَ اسۡتَکۡبَرُوا اسۡتِکۡبَارًا ۚ
Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka ( kepada iman ) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya ( kemukanya ) dan mereka tetap ( mengingkari ) dan menyombongkan diri dengan sangat. ( QS Nuh 71:7 )

ثُمَّ اِنِّیۡ دَعَوۡتُہُمۡ جِہَارًا ۙ
Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka ( kepada iman ) dengan cara terang-terangan, ( QS Nuh 71:8 )

ثُمَّ اِنِّیۡۤ اَعۡلَنۡتُ لَہُمۡ وَ اَسۡرَرۡتُ لَہُمۡ اِسۡرَارًا ۙ
Kemudian sesungguhnya aku ( menyeru ) mereka ( lagi ) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, ( QS Nuh 71:9 )

فَقُلۡتُ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّکُمۡ ؕ اِنَّہٗ کَانَ غَفَّارًا
Maka aku katakan kepada mereka :
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, ( QS Nuh 71:10 )

یُّرۡسِلِ السَّمَآءَ عَلَیۡکُمۡ مِّدۡرَارًا
Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, ( QS Nuh 71:11 )

وَّ یُمۡدِدۡکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ یَجۡعَلۡ لَّکُمۡ جَنّٰتٍ وَّ یَجۡعَلۡ لَّکُمۡ اَنۡہٰرًا
Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan ( pula di dalamnya ) untukmu sungai-sungai. ( QS Nuh 71:12 )

مَا لَکُمۡ لَا تَرۡجُوۡنَ لِلّٰہِ وَقَارًا
Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? ( QS Nuh 71:13 )

وَ قَدۡ خَلَقَکُمۡ اَطۡوَارًا
Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian. ( QS Nuh 71:14 )

اَلَمۡ تَرَوۡا کَیۡفَ خَلَقَ اللّٰہُ سَبۡعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًا
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? ( QS Nuh 71:15 )

وَّ جَعَلَ الۡقَمَرَ فِیۡہِنَّ نُوۡرًا وَّ جَعَلَ الشَّمۡسَ سِرَاجًا
Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita? ( QS Nuh 71:16 )

وَ اللّٰہُ اَنۡۢبَتَکُمۡ مِّنَ الۡاَرۡضِ نَبَاتًا
Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, ( QS Nuh 71:17 )

ثُمَّ یُعِیۡدُکُمۡ فِیۡہَا وَ یُخۡرِجُکُمۡ اِخۡرَاجًا
Kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu ( daripadanya pada hari kiamat ) dengan sebenar-benarnya. ( QS Nuh 71:18 )

وَ اللّٰہُ جَعَلَ لَکُمُ الۡاَرۡضَ بِسَاطًا
Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, ( QS Nuh 71:19 )

لِّتَسۡلُکُوۡا مِنۡہَا سُبُلًا فِجَاجًا
Supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu". ( QS Nuh 71:20 )

قَالَ نُوۡحٌ رَّبِّ اِنَّہُمۡ عَصَوۡنِیۡ وَ اتَّبَعُوۡا مَنۡ لَّمۡ یَزِدۡہُ مَالُہٗ وَ وَلَدُہٗۤ اِلَّا خَسَارًا
Nuh berkata :
"Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka, ( QS Nuh 71:21 )

وَ مَکَرُوۡا مَکۡرًا کُبَّارًا
dan melakukan tipu-daya yang amat besar". ( QS Nuh 71:22 )

وَ قَالُوۡا لَا تَذَرُنَّ اٰلِہَتَکُمۡ وَ لَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَّ لَا سُوَاعًا ۬ۙ وَّ لَا یَغُوۡثَ وَ یَعُوۡقَ وَ نَسۡرًا
Dan mereka berkata :
"Jangan sekali-kali kamu meninggalkan ( penyembahan ) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan ( penyembahan ) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr". ( QS Nuh 71:23 )

وَ قَدۡ اَضَلُّوۡا کَثِیۡرًا ۬ۚ وَ لَا تَزِدِ الظّٰلِمِیۡنَ اِلَّا ضَلٰلًا
Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan ( manusia ), dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan. ( QS Nuh 71:24 )

مِمَّا خَطِیۡٓــٰٔتِہِمۡ اُغۡرِقُوۡا فَاُدۡخِلُوۡا نَارًا ۬ۙ فَلَمۡ یَجِدُوۡا لَہُمۡ مِّنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ اَنۡصَارًا
Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah. ( QS Nuh 71:25 )

Nabi Nuh As terus memanggil umatnya untuk beriman kepada Allah SWT selama 950 tahun.

Allah SWT Berfirman :

وَ لَقَدۡ اَرۡسَلۡنَا نُوۡحًا اِلٰی قَوۡمِہٖ فَلَبِثَ فِیۡہِمۡ اَلۡفَ سَنَۃٍ اِلَّا خَمۡسِیۡنَ عَامًا ؕ فَاَخَذَہُمُ الطُّوۡفَانُ وَ ہُمۡ ظٰلِمُوۡنَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim. ( QS Al Ankabut 29:14 )

Nabi Nuh As melihat bahwa jumlah yang mempercayai Kebesaran Allah tidak bertambah, sedangkan jumlah orang yang tidak percaya semakin bertambah. Nabi Nuh As sedih untuk melihat kaumnya, tetapi dia tidak pernah mencapai titik putus asa.

Pembuatan Bahtera

Pada suatu hari ketika Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Nuh As bahwa tidak akan ada lagi orang lain yang akan percaya. Maka dari itu, Allah SWT mengilhami Nabi Nuh As untuk tidak bersedih bagi mereka. Pada titik dimana Nabi Nuh As berdoa agar orang-orang kafir dihancurkan.

اِنَّکَ اِنۡ تَذَرۡہُمۡ یُضِلُّوۡا عِبَادَکَ وَ لَا یَلِدُوۡۤا اِلَّا فَاجِرًا کَفَّارًا
Dia berkata: "Wahai Tuhanku! Jangan tinggalkan satu pun dari orang-orang kafir di bumi. Jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. ( QS Nuh 71:27 )

Allah SWT menerima doa Nabi Nuh As. Allah SWT pun menjatuhkan hukuman atas orang-orang kafir dalam bentuk air bah ( Banjir Besar ). Allah Ta'ala memerintahkan Nabi Nuh As untuk membangun bahtera dengan pengetahuan dan instruksi-Nya dan dengan bantuan para malaikat.

Allah SWT Berfirman :
وَ اصۡنَعِ الۡفُلۡکَ بِاَعۡیُنِنَا وَ وَحۡیِنَا وَ لَا تُخَاطِبۡنِیۡ فِی الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡا ۚ اِنَّہُمۡ مُّغۡرَقُوۡنَ
Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. ( QS Hud 11:37 )

Nabi Nuh As memilih tempat di luar kota dan jauh dari laut. Nabi Nuh As mengumpulkan kayu dan alat-alat dan mulai bekerja siang dan malam untuk membangun sebuah bahtera. Pengejek terhadap Nabi Nuh As : "Ya Nuh! Apakah pertukangan lebih menarik bagi kamu daripada kenabian? Mengapa kamu membangun bahtera yang begitu jauh dari laut? Apakah akan akan menyeretnya ke air atau apakah angin akan membawanya? " Nabi Nuh As menjawab: "Kamu akan tahu siapa yang akan dipermalukan dan menderita."

Allah SWT mengabadikan percapakan antara Nabi Nuh AS dengan orang kafir dalam Al Qur'an Surah Hud 11 : 38 - 39 :

وَ یَصۡنَعُ الۡفُلۡکَ ۟ وَ کُلَّمَا مَرَّ عَلَیۡہِ مَلَاٌ مِّنۡ قَوۡمِہٖ سَخِرُوۡا مِنۡہُ ؕ قَالَ اِنۡ تَسۡخَرُوۡا مِنَّا فَاِنَّا نَسۡخَرُ مِنۡکُمۡ کَمَا تَسۡخَرُوۡنَ
Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh : "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami ( pun ) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek ( kami ). ( QS Hud 11:38 )

فَسَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَ ۙ مَنۡ یَّاۡتِیۡہِ عَذَابٌ یُّخۡزِیۡہِ وَ یَحِلُّ عَلَیۡہِ عَذَابٌ مُّقِیۡمٌ
Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal". ( QS Hud 11:39 )

Kapal selesai dibangun dan Nabi Nuh As duduk menunggu perintah Allah SWT. Allah SWT mewahyukan kepadanya bahwa ketika air secara ghaib akan menyembur keluar dari dapur di rumah Nabi Nuh As, itu akan menjadi tanda dimulainya banjir besar, dan tanda bagi Nabi Nuh As untuk bertindak.

Azab Untuk Kaum Nabi Nuh As

Hari yang mengerikan tiba ketika dapur di rumah Nabi Nuh As meluap. Nabi Nuh As bergegas untuk membuka tabut dan memanggil orang-orang yang percaya akan Kebesaran Allah SWT. Nabi Nuh As juga membawa sepasang spesies, jantan dan betina, dari setiap jenis binatang, burung dan serangga. Melihatnya membawa makhluk-makhluk ini ke Bahtera, orang-orang kafir tertawa keras dan berkata : "Apa yang akan dia lakukan dengan hewan-hewan?"

Allah SWT meriwayatkan :
حَتّٰۤی اِذَا جَآءَ اَمۡرُنَا وَ فَارَ التَّنُّوۡرُ ۙ قُلۡنَا احۡمِلۡ فِیۡہَا مِنۡ کُلٍّ زَوۡجَیۡنِ اثۡنَیۡنِ وَ اَہۡلَکَ اِلَّا مَنۡ سَبَقَ عَلَیۡہِ الۡقَوۡلُ وَ مَنۡ اٰمَنَ ؕ وَ مَاۤ اٰمَنَ مَعَہٗۤ اِلَّا قَلِیۡلٌ
Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman :
"Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang ( jantan dan betina ), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan ( muatkan pula ) orang-orang yang beriman". Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. ( QS Hud 11:40 )

Istri Nabi Nuh As bukan orang yang percaya kepadanya sehingga dia tidak bergabung dengannya dan begitu pula salah seorang putra Nabi Nuh As, yang diam-diam orang yang tidak beriman tetapi berpura-pura beriman di depan Nabi Nuh As. Demikian juga sebagian besar orang kafir yang tidak ikut.

Para ulama memiliki pendapat berbeda tentang jumlah mereka yang ikut bersama Nabi Nuh AS di kapal.
  • Ibnu Abbas menyatakan bahwa ada 80 orang beriman.
  • Ka'ab Al Ahbar berpendapat bahwa ada 72 orang beriman.
  • Yang lain mengklaim bahwa ada 10 orang percaya dengan Nabi Nuh As.
Air naik dari retakan di bumi dan tidak ada celah dari mana air tidak naik. hujan turun dari langit dalam jumlah yang belum pernah terlihat sebelumnya di bumi. Air terus mengalir dari langit. jam demi jam tingkatan Air bertambah naik. Lautan dan ombak menyerang daratan. Bagian dalam bumi bergerak dengan cara yang tidak wajar, dan dasar samudera tiba-tiba terangkat, membanjiri tanah yang kering. Dan untuk pertama kalinya Bumi terendam.

Allah SWT menceritakan kisah tersebut dalam Al Qur'an :

فَفَتَحۡنَاۤ اَبۡوَابَ السَّمَآءِ بِمَآءٍ مُّنۡہَمِرٍ
Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan ( menurunkan ) air yang tercurah. ( QS Qamar 54:11 )

وَّ فَجَّرۡنَا الۡاَرۡضَ عُیُوۡنًا فَالۡتَقَی الۡمَآءُ عَلٰۤی اَمۡرٍ قَدۡ قُدِرَ
Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. ( QS Qamar 54:12 )

وَ حَمَلۡنٰہُ عَلٰی ذَاتِ اَلۡوَاحٍ وَّ دُسُرٍ
Dan Kami angkut Nuh ke atas ( bahtera ) yang terbuat dari papan dan paku, ( QS Qamar 54:13 )

Air mulai meninggi, dan melampaui ketinggian pohon, bahkan melebihi tingginya puncak gunung. Dan akhirnya, permukaan bumi pun diselimuti dengan air. Ketika mula-mula datang topan, Nabi Nuh As memanggil-manggil putranya. Putranya itu berdiri agak jauh dari­nya. Nabi Nuh As memanggilnya dan berkata :

وَ ہِیَ تَجۡرِیۡ بِہِمۡ فِیۡ مَوۡجٍ کَالۡجِبَالِ ۟ وَ نَادٰی نُوۡحُۨ ابۡنَہٗ وَ کَانَ فِیۡ مَعۡزِلٍ یّٰـبُنَیَّ ارۡکَبۡ مَّعَنَا وَ لَا تَکُنۡ مَّعَ الۡکٰفِرِیۡنَ
"Hai anakku, naiklah ( ke kapal ) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir" ( QS Hud 11:42 )

قَالَ سَاٰوِیۡۤ اِلٰی جَبَلٍ یَّعۡصِمُنِیۡ مِنَ الۡمَآءِ ؕ قَالَ لَا عَاصِمَ الۡیَوۡمَ مِنۡ اَمۡرِ اللّٰہِ اِلَّا مَنۡ رَّحِمَ ۚ وَ حَالَ بَیۡنَہُمَا الۡمَوۡجُ فَکَانَ مِنَ الۡمُغۡرَقِیۡنَ
Anaknya menjawab : "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata : "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah ( saja ) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. ( QS Hud 11:43 )

وَ قِیۡلَ یٰۤاَرۡضُ ابۡلَعِیۡ مَآءَکِ وَ یٰسَمَآءُ اَقۡلِعِیۡ وَ غِیۡضَ الۡمَآءُ وَ قُضِیَ الۡاَمۡرُ وَ اسۡتَوَتۡ عَلَی الۡجُوۡدِیِّ وَ قِیۡلَ بُعۡدًا لِّلۡقَوۡمِ الظّٰلِمِیۡنَ
Dan difirmankan : "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit ( hujan ) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan : "Binasalah orang-orang yang zalim". ( QS Hud 11:44 )

Dan air pun disurutkan, yakni air berkurang dan kembali ke celah-celah bumi. Segala urusan telah diputuskan dan orang-orang kafir pun telah hancur sepenuhnya. Dikatakan bahwa Allah SWT me-mandulkan rahim-rahim wanita selama empat puluh tahun sebelum datangnya topan, karena itu tidak ada yang terbunuh seorang anak bayi ataupun anak kecil.

Firman Allah SWT : Dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit judi, yakni ia berlabuh di atasnya. Di sebutkan bahwa hari itu bertepatan dengan hari Asyura' ( hari kesepuluh dari bulan Muharam ). Lalu Nabi Nuh As berpuasa dan memerintahkan orang-orang yang bersamanya untuk berpuasa juga.

Nabi Nuh As tidak mengetahui saat itu bahwa anaknya telah menjadi kafir. Ia menganggap bahwa anak­nya sebagai seorang mukmin yang memilih untuk menyelamatkan diri dengan cara berlindung kepada gunung. Namun, ombak telah mengakhiri percakapan mereka berdua sebelum mereka menyelesaikannya. Nabi Nuh As tidak mengetahui seberapa jauh keimana yang ada pada anaknya. Lalu bergeraklah naluri kasih sayang dalam hati sang Ayah. Allah SWT berfirman :

وَ نَادٰی نُوۡحٌ رَّبَّہٗ فَقَالَ رَبِّ اِنَّ ابۡنِیۡ مِنۡ اَہۡلِیۡ وَ اِنَّ وَعۡدَکَ الۡحَقُّ وَ اَنۡتَ اَحۡکَمُ الۡحٰکِمِیۡنَ
Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata : "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya". ( QS Hud 11:45 )

Allah SWT berkata dan menjelaskan kepada Nabi Nuh AS tentang keadaan sebenarnya yang ada pada anaknya :

قَالَ یٰنُوۡحُ اِنَّہٗ لَیۡسَ مِنۡ اَہۡلِکَ ۚ اِنَّہٗ عَمَلٌ غَیۡرُ صَالِحٍ ٭۫ۖ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَـیۡسَ لَکَ بِہٖ عِلۡمٌ ؕ اِنِّیۡۤ اَعِظُکَ اَنۡ تَکُوۡنَ مِنَ الۡجٰہِلِیۡنَ
"Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu ( yang dijanjikan akan diselamatkan ), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui ( hakekat )nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan". ( QS Hud 11:46 )

Nabi Nuh As memohon ampun kepada Allah SWT dan bertaubat kepada-Nya. Kemudian Allah SWT merahmatinya dan memerintahkannya untuk turun dari perahu dalam keadaan dipenuhi dengan keberkahan dari Allah SWT dan penjagaan-Nya. Allah SWT Berfirman :

قَالَ رَبِّ اِنِّیۡۤ اَعُوۡذُ بِکَ اَنۡ اَسۡـَٔلَکَ مَا لَـیۡسَ لِیۡ بِہٖ عِلۡمٌ ؕ وَ اِلَّا تَغۡفِرۡ لِیۡ وَ تَرۡحَمۡنِیۡۤ اَکُنۡ مِّنَ الۡخٰسِرِیۡنَ
Nuh berkata : "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui ( hakekat )nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan ( tidak ) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi". ( QS Hud 11:47 )

قِیۡلَ یٰنُوۡحُ اہۡبِطۡ بِسَلٰمٍ مِّنَّا وَ بَرَکٰتٍ عَلَیۡکَ وَ عَلٰۤی اُمَمٍ مِّمَّنۡ مَّعَکَ ؕ وَ اُمَمٌ سَنُمَتِّعُہُمۡ ثُمَّ یَمَسُّہُمۡ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِیۡمٌ
"Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat ( yang mukmin ) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada ( pula ) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka ( dalam kehidupan dunia ), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami". ( QS Hud 11:48 )

Setelah Peristiwa Banjir Besar dan Wafatnya Nabi Nuh As

Setelah peristiwa banjir besar Nabi Nuh As turun dari perahunya dan ia melepaskan burung-burung dan hewan-hewan buas sehingga mereka dapat menyebar ke bumi. Setelah itu, orang-orang mukmin pun turun. Nabi Nuh As meletakkan dahinya ke atas tanah dan bersujud. Saat itu bumi masih basah karena pengaruh topan. Nabi Nuh As bangkit setelah salatnya dan menggali pondasi untuk membangun tempat ibadah yang agung bagi Allah SWT. Orang-orang yang selamat menyalakan api dan duduk-duduk di sekelilinginya. Menyalakan api sebelumnya di larang di dalam perahu karena dikhawatirkan api akan menyentuh kayu kapal dan membakarnya. Tak seorang pun di antara mereka yang memakan makanan yang hangat selama diatas kapal.

Berlalulah hari puasa sebagai tanda syukur kepada Allah SWT. Al-Qur'an tidak lagi menceritakan kisah Nabi Nuh As setelah topan sehingga kita tidak mengetahui bagaimana peristiwa yang dialami Nabi Nuh As bersama kaumnya setelah itu. Yang kita ketahui atau yang perlu kita tegaskan bahwa Nabi Nuh As mewasiatkan kepada putra-putranya saat ia meninggal agar mereka hanya menyembah Allah SWT.

Mungkin cukup sekian Kisah Nabi Nuh As yang dapat saya bagikan. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah tersebut. Terimakasih Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Penulis : Sainah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama