Kisah Nabi Adam As Bagian 2
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kisah Nabi Adam As Bagian 2 - Baiklah sahabat, kali ini saya ingin melanjutkan Kisah Nabi Adam As yang sebelumnya sudah pernah saya bagikan. Sebelum saya melanjutkan kisah ini, ada baiknya untuk anda yang belum membaca Kisah Nabi Adam As Bagian 1. Saya sarankan untuk membacanya terlebih dahulu, agar kisah ini berhubungan dengan kisah sebelumnya.

Kehidupan Nabi Adam di Bumi

Nabi Adam As tahu bahwa di bumi, dia harus menghadapi konflik dan perjuangan. Dia harus melindungi dirinya sendiri, istri dan anak-anaknya dari makhluk duniawi, tetapi di atas segalanya, dia harus berjuang dengan iblis yang jahat. Pertempuran antara baik dan jahat. Tetapi, Nabi Adam As tahu bahwa mereka yang mengikuti petunjuk Allah. Seperti disebutkan dalam Al - Qur'an :

قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Dan Allah berfirman : "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak ( pula ) mereka bersedih hati". ( QS Al-Baqarah 2:38 )

Nabi Adam As bersama dengan Hawa, memulai hidupnya di bumi. Dia tahu bahwa dia adalah penguasa bumi. Dia adalah orang yang harus mengabadikan, mengolah, membangun dan mengisi bumi. Dia juga orang yang harus menghasilkan dan membesarkan anak-anak yang akan mengubah dan memperbaiki bumi. Waktu di Bumi terus berlanjut, Nabi Adam As tumbuh dengan mantap. Kemudian Adam dan Hawa menyaksikan kelahiran anak-anak mereka sepasang kembar, Qabil dan adiknya Iqlima. Kemudian Habil dan saudara perempuannya, Labuda. Adam dan Hawa dikaruniai banyak keturunan.

Allah memerintahkan perintah kepada Nabi Adam As untuk menikahi anak-anak dari pasangan pertama dengan pasangan kedua di kawin silang, Qabil dengan Labuda, dan Habil dengan Iqlima. Adam kemudian memberi tahu perintah Allah kepada anak-anaknya. Tetapi, Qabil tidak senang dengan pasangan yang dipilih untuknya karena saudara kembar Habil tidak secantik Iqlima.

Tidak taat kepada Tuhannya. Karena Qabil tidak menerima perintah Allah untuk menikahi saudari Habil ketika ia ingin menikahi saudaranya sendiri, Qabil dalam kekejaman dan kebencian, memukul Habil dengan batu, langsung membunuhnya. Ini adalah kematian pertama dan tindakan kriminal pertama yang dilakukan oleh manusia di bumi. Lalu Qabil menguburkan mayat saudaranya. Allah telah menyebutkan kisah Habil dan Qabil dalam Al Qur'an ( QS Al - Maaidah 5: 27-31 ).

وَ اتۡلُ عَلَیۡہِمۡ نَبَاَ ابۡنَیۡ اٰدَمَ بِالۡحَقِّ ۘ اِذۡ قَرَّبَا قُرۡبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنۡ اَحَدِہِمَا وَ لَمۡ یُتَقَبَّلۡ مِنَ الۡاٰخَرِ ؕ قَالَ لَاَقۡتُلَنَّکَ ؕ قَالَ اِنَّمَا یَتَقَبَّلُ اللّٰہُ مِنَ الۡمُتَّقِیۡنَ 
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam ( Habil dan Qabil ) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua ( Habil ) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata ( Qabil ) : "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil : "Sesungguhnya Allah hanya menerima ( korban ) dari orang-orang yang bertakwa".  ( QS Al - Maaidah 5: 27 )

لَئِنۡۢ بَسَطۡتَّ اِلَیَّ یَدَکَ لِتَقۡتُلَنِیۡ مَاۤ اَنَا بِبَاسِطٍ یَّدِیَ اِلَیۡکَ لِاَقۡتُلَکَ ۚ اِنِّیۡۤ اَخَافُ اللّٰہَ رَبَّ الۡعٰلَمِیۡنَ 
Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. ( QS Al - Maaidah 5: 28 )

اِنِّیۡۤ اُرِیۡدُ اَنۡ تَبُوۡٓاَ بِاِثۡمِیۡ وَ اِثۡمِکَ فَتَکُوۡنَ مِنۡ اَصۡحٰبِ النَّارِ ۚ وَ ذٰلِکَ جَزٰٓؤُا الظّٰلِمِیۡنَ 
Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan ( membawa ) dosa ( membunuh )ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim. ( QS Al - Maaidah 5: 29 )

فَطَوَّعَتۡ لَہٗ نَفۡسُہٗ قَتۡلَ اَخِیۡہِ فَقَتَلَہٗ فَاَصۡبَحَ مِنَ الۡخٰسِرِیۡنَ 
Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. ( QS Al - Maaidah 5: 30 )

فَبَعَثَ اللّٰہُ غُرَابًا یَّبۡحَثُ فِی الۡاَرۡضِ لِیُرِیَہٗ کَیۡفَ یُوَارِیۡ سَوۡءَۃَ اَخِیۡہِ ؕ قَالَ یٰوَیۡلَتٰۤی اَعَجَزۡتُ اَنۡ اَکُوۡنَ مِثۡلَ ہٰذَا الۡغُرَابِ فَاُوَارِیَ سَوۡءَۃَ اَخِیۡ ۚ فَاَصۡبَحَ مِنَ النّٰدِمِیۡنَ 
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya ( Qabil ) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil : "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. ( QS Al - Maaidah 5: 31 )

Ajaran Nabi Adam Untuk Anak-Anaknya

Nabi Adam As dalam kesedihan karena salah satu putranya meninggal dan yang lainnya dimenangkan oleh Iblis. Pada waktu itu, Adam adalah seorang Nabi dan dia mulai menasihati anak-anak dan cucu-cucunya, memberi tahu mereka tentang Allah dan memanggil mereka untuk percaya kepada-Nya. Adam memberi tahu mereka tentang Iblis dan memperingatkan mereka dengan menjelaskan pengalamannya sendiri dengan iblis.

Adam juga memberi tahu mereka bagaimana Iblis menghasut Qabil untuk membunuh saudaranya sendiri.Nabi Adam As juga mengingatkan mereka bahwa manusia memiliki musuh yang nyata dan abadi yaitu Iblis. Iblis tidak akan pernah berhenti dan tidak akan pernah menyerah sampai Hari Kiamat untuk membawa sebanyak mungkin keturunan Adam ke jalan yang sesat.

Penerus Nabi Adam As

Setelah bertahun-tahun, Nabi Adam As menjadi tua. Ketika kematian Nabi Adam As semakin dekat, ia menunjuk putranya, Seth ( Shiith ), putra ketiga Nabi Adam As & Hawa, untuk menjadi penggantinya. Adam mengajarkan Seth cara ibadah yang tepat bersama dengan semua perintah atau ajaran Allah SWT.

Meyakinkan anak-anaknya bahwa Allah tidak akan meninggalkan manusia sendirian di bumi tetapi akan mengutus para Nabi-Nya untuk membimbing mereka. Para nabi akan memiliki nama, sifat dan mukjizat yang berbeda tetapi mereka akan dipersatukan dalam satu hal yaitu panggilan untuk menyembah Allah SWT. Ini adalah warisan Adam untuk anak-anaknya. Adam selesai berbicara dan menutup matanya. Ketika Adam mengenali malaikat Izroil di antara mereka, hatinya tersenyum dengan damai.

Kemudian Malaikat mengambil jiwa Adam. Menurut riwayat yang berbeda, hari ketika Nabi Adam As meninggal adalah hari Jumat. Kemudian mereka mencuci dan menyelimutinya. Mereka memberi wewangian padanya dan menggali kuburannya. Mereka menempatkan Adam di kuburan dan kemudian menutup kuburan dengan batu bata lumpur. Menurut riwayat yang berbeda, Hawa meninggal satu atau dua tahun setelah kematian Nabi Adam A.S dan dimakamkan di dekatnya.

Tempat Pemakaman Nabi Adam Dan Hawa

Ada berbagai narasi dalam sumber-sumber Islam tentang di mana kuburan Nabi Adam A.S dan Hawa berada. Menurut riwayat ini, kuburan Nabi Adam As ada di gua Abu Qubays di Mekkah, yang merupakan gunung pertama yang diciptakan oleh Allah. Menurut riwayat lain, Nuh meletakkan peti mati Adam di Bahtera dan menguburnya di Baitul-Maqdis ( Masjid Al-Aqsa ), Yerusalem, setelah banjir besar.

Pelajaran Yang Dapat Dipetik

Kebanggaan dan arogansi merupakan hasil dari kehilangan dan kehancuran. Lihat Iblis yang dirampas posisinya sebagai malaikat dan diusir oleh Allah dari surga dengan kutukan yang akan melekat padanya sampai Hari Kiamat karena kesombongannya menolak bersujud di hadapan Adam meskipun diperintahkan oleh Allah SWT.

Semoga kita dapat mengambil hikmahnya dari kisah tersebut. Terimakasih Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Penulis : Sainah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama